Unjuk Rasa dan Orasi terbuka oleh mahasiswa IMWAL.

0
42

Tribratanews.id- Organisasi kemahasiswaan dibawah bendera IMWAL ( Ikatan Mahasiswa Walenrang ), baru baru ini melaksanakan unjuk rasa atau orasi terbuka di atas jalan trans sulewesi yang bertempat di dusun Mekar jaya desa Kali’ba mamase kec. Walenrang, kab. Luwu. Selasa (16 juni 2020).

Sedangkan adapun jumlah mahasiswa yg melaksanakan unjuk rasa tersebut diperkirakan sebanyak kurang lebih 60 orang, yang merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di kota Palopo, yang dipimpin oleh Kordinator lapangan (korlap) lel. Ardiansyah.

Dalam orasinya kelompok Mahasiswa ini menuntut dan mendesak pihak pihak Kampus Unanda (universitas andi Jemma palopo) agar segera memediasi persoalan yang membuat 2 orang mahasiswa asal kec.walenrang diproses atau di tahan di Polsek wara polres palopo karena telah melakukan penganiayaan kepada keamanan atau petugas Sat pam Unanda, agar sekiranya dapat dibebaskan dan proses selanjutnya ditangani oleh pihak kampus Unanda. Dalam orasi mereka juga mengancam akan memboikot rencana pembangunan Campus unanda di karetan kec.walenrang bilamana pihak campus Unanda tidak segera turun tangan dan dapat mengeluarkan 2 orang rekannya itu dari penanganan proses hukum yg dilakukan Polsek wara polres palopo.

Unjuk rasa dan orasi Masiswa IMWAL ini, telah mendapat pengamanan dan pengawalan dari polsek walenrang yang dipimpin langsung oleh kapolsek Wakenrang Akp. Samuji, dan dibantu oleh personil polsek Lamasi dibawa pimpinan Iptu Idul.

Unjuk rasa ini berjalan lancar dan berakhir secara aman dan situasi dapat dikendalikan berkat pengamanan dan kordinasi yang dilakukan oleh pihak keamanan dengan mahasiswa.

Menurut kapolsek walenrang Akp. Samuji bahwa, sebenarnya pada awal unjuk rasa kelompok mahasiswa ini ingin memaksakan diri menutup jalan poros trans sulawesi untuk tempat berorasi, namun kami dapat berdialog dan memberikan pengertian, sehingga mereka dapat menerimanya dan olehnya itu kami hanya dapat mengizinkan untuk memberikan separoh badan jalan untuk digunakan berorasi dalam unjuk rasa tersebut, kata Akp. Samuji.

Secara terpisah salah seorang anggota Masyarakat yang mengamati unjuk rasa berlangsung, H. Yusuf mengatakan bahwa sebenarnya unjuk rasa mahasiswa ini salah alamat, karena persoalan pokoknya terjadi di Palopo, dan proses hukum terhadap 2 mahasiswa asal walenrang itu, juga di Palopo. Dan jikalau kelompok mahasiswa itu ingin memboikot rencana pembangunan kampus unanda di karetan, maka akan sangat merugikan pemerintah secara umum dan masyarakat Walenrang pada khususnya, tutup H. Yusuf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here