Musibah kebakaran terjadi lagi di dusun Kamassi desa Tombang kecamatan Walenrang.

0
150

Tribtaranewsluwu.id- Salah seorang keluarga warga dusun Kamassi, desa Tombang, kecamatan Walenrang kabupaten Luwu, atas nama Jamal (laki2 48 thn) telah mengalami kerugian Materil, oleh karena rumah tempat tinggalnya berserta isinya hanya menyisahkan debu dan puing puing, akibat kebakaran. Musibah ini melanda Jamal pada sekitar pukul 09.30. wita hari Jumat (17/7/2020).

Ka SPK I polsek walenrang Aiptu Abu Bakar, setelah mendengar adanya kejadian kebakaran itu, langsung begegas bersama 2 orang anggota jaga mendatangi tempat kejadian di dusun Kamassi desa Tombang kecamatan walenrang. Namun setelah tiba di TKP anggota hanya mendapati bara api yang tersisa dipuing puing kayu bekas kebakaran. Pada saat itu Aiptu Abu Bakar bersama 2 orang anggotanya, langsung mengolah TKP dengan mencari keterangan dan melakukan pencatatan ttg kebakaran itu, serta mengamankan Tkp.

Dari hasil olah TKP sementara, Aiptu Abu Bakar menjelaskan bahwa pada saat kebakaran rumah sedang ditinggal dalam keadaan kosong, sementara rumah terbuat dari bahan Kayu, dan atap daun Rumbia (daun sagu), kerugian Materil ditaksir sekitar 80.000.000. (Delapan puluh juta rupiah), sedang korban jiwa Nihil. Sementara penyebab kebakaran masih perlu penyelidikan lebih lanjut, Jelas “Aiptu Abu Bakar”.

Setelah kejadian itu penulis mengkonfirmasi hal ini kepada Korban dan oleh lelaki Jamal dalam perasaan sedih memberi penjelasan bahwa, pada saat kejadian saya bersama istri dan anggota keluarga semuanya sedang beraaktifitas di Pasar karetan, dan kami baru tahu peristiwa ini setelah ada salah seorang teman datang menyampaikan kepada saya dipasar, lalu sayapun langsung menuju rumah. Setelah tiba saya melihat rumah beserta isinya telah habis terbakar dan sudah tidak ada lagi barang-barang yang bisa saya selamatkan. Uang tunai sebanyak Rp. 37.000.000. yang saya simpan dalam rumah juga ludes sisa debu, Kata lelaki Jamal.

Semantara itu salah seorang tetangga Jamal yakni lelaki Saik mengemukakan bahwa pada saat kejadian dirinya yang pertama melihat api naik melahap bagian atap rumah, dan sangat cepat langsung melahap suluruh bagian rumah kira kira hanya berselang selama kurang lebih 10 menit, dan dirinya tidak dapat masuk kedalam rumah untuk menyelamatkan sesuatu oleh karena rumah dalam keadaan terkunci sedang pemiliknya tidak ada, lagi pula ia merasa takut untuk mendekat, ia hanya berteriak teriak minta tolong namun api sdh tidak bisa dikendalikan, ketika ada orang lain datang. Kemungkinan api berasal dari korsleting listrik, tutup lelaki “Saik”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here