Geger Tanah Terbelah, Kapolres Luwu Tinjau Lokasi

0
78
Kapolres Luwu AKBP Fajar Dani Susanto, S.I.K, M.H tinjau tanah terbelah

Geger Tanah Terbelah, Kapolres Luwu Tinjau Lokasi

tribratanewsluwu.id – Larompong-Luwu – Perubahan stuktur tanah terjadi di Dusun Tabarobaro Desa Gandang Batu Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu, di areal perkebunan milik warga setempat.

Tanah di areal perkebunan warga tersebut dengan tiba-tiba terbelah dengan kedalaman sekitar 1 meter sepanjang kurang lebih 1 Km, pada haeri Minggu tanggal 19 Juli 2020, lalu.

Kabar berita tersebut kemudian beredar, hingga masyarakat mengkawatirkan akan terjadi bencana alam tanah longsor.

Untuk mengetahui perubahan keadaan alam terebut, Kapolres Luwu AKBP Fajar Dani Susanto. S.I.K, M.H didampingi Kasat Intelkam AKP. Petrus Sandale, Kapolsek Larompong Iptu Syarief SIkati dan pemerintah Desa setempat, meninjau langsung kondisi perubahan struktur tanah terbelah di Dusun Tabarobaro Desa Gandang Batu Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu, selasa 28/7/2020.

Tidak ada korban jiwa atauun kerusakan areal perkebunan, namun warga setempat merasa kawatir, jika kemudian terjadi bencana alam tanah longsor.

Tahan terbelah tersebut diduga akibat curah hujan yang tinggi sejak bulan Juli 2020 sehingga terjadi pengikisan padatan tanah dan batuan menyebabkan terjadinya pergerakan tanah,

Kapolres Luwu AKBP. Fajar Dani Susanto. S.I.K, M.H, mengungkapkan “Kejadian tersebut berpotensi terjadi longsor apabila terjadi curah hujan yang tinggi dan akan berdampak pada permukiman warga yang di huni 170 KK di Desa Gandang batu serta Desa tetangga lainnya yakni Desa, Laloa, Desa Salusana Kec. Larompong Selatan Kab. Luwu” Ungkap AKBP Fajar

Kapolsek Laromong Iptu Syarief Sikati. SH, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Mulyadi langsung menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk senantiasa waspada, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi senaiknya tunda untuk kekebun yang terdampak tanah terbelah.

” Masyarakat Desa Gandang Batu dan desa tetangga, diharap untuk waspada jika terjadi hujan lebat, dan sebaiknya tunda untuk pergi kekebun, demikian pula untuk warga yang bermukin di dekat lokasi terus memantau kondisi perubahan struktur tanah tersebut, agar secepatnya dapat diantisi[asi ” Kata Iptu Syarief.

Hasil pemantauan kondisi tanah terbelah akan di koordinasikan dengan pihak-pihak terkait, guna diambil langkah pencegahan, sehingga tidak terjadi korban jiwa jika dikemudian hari terjadi bencana atah longsor.

Laporan: Akhmad.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here