Dua orang lagi Meninggal dunia akibat terseret air pengairan Lamasi di dusun Batusitanduk utara desa Bolong.

0
60

Tribratanewsluwu.id-Yb pengairan atau irigasi Lamasi yang melintas dari kecamatan Walenrang menuju kecamatan Lamasi kabupaten Luwu, adalah Saluran irigasi yang bersumber dari sungai Simbuang atau sungai Batusitanduk. Kali ini kembali menelan korban jiwa tenggelam sebanyak 2 orang warga desa Wiwitan kecamatan Lamasi, pada hari Senin tgl (13/07/2020).

Kejadian berawal ketika korban atas nama lelaki Marjo (47 thn) dan lelaki Giran (50 thn) hendak pergi melihat lahan sawah untuk ditanami Padi yang bertempat di dusun Batusitanduk utara desa Bolong kecamatan Walenrang kabupaten luwu, pada sekitar pukul 06.00. wita.

Kemudian ketika masuk kelokasi lahan sawah tersebut keduanya menyeberangi saluran irigasi dengan menggunakan jembatan titian berupa 2 batang  pohon kayu yang sudah lapuk, dimana lebar pengairan yang diseberangi sepanjang kurang lebih 5 meter.

jembatan titian tempat jatuhnya kedua korban , dan tetseret arus

Tetapi pada saat kedunya sedang menyeberang salah satu titian jembatan patah sampai akhirnya kedua orang korban itu jatuh dan tercebur kebawa air pengairan lalu  terseret arus pengairan. Setelah sekitar 1 jam kemudian kedua korban baru ditemukan oleh warga setempat mengambang dibawa air di desa padang kalua kecamatan Lamasi kabupaten Luwu,  dan kedua korban  langsung dibawa kepuskesmas Lamasi. Setelah di Puskesmas Lamasi kedua orang yang tenggelam tersebut dinyatakan telah meninggal dunia.

Salah satu korban atas nana lelaki Giran langsung dibawa ke kabupaten Polewali mandar sulawesi Barat, atas permintaan keluarganya yg memang berdomisili di Sulbar, sementara korban lelaki Marjo dibawa kerumahnya didesa Wiwitan kecamatan lamasi untuk proses pemakaman.

Ka SPK II polsek walenrang Aipda Amiruddin bersama 2 orang anggota polsek Walenrang, setelah mendengar adanya orang tenggelam disaluran irigasi Lamasi bertempat di dusun Batusitanduk utara desa Bolong, langsung mengecek TKP, dan disekitar Tempat kejadian atau didekat tempat penyeberangan kedua korban tadi, di temukan adanya mobil korban lelaki Marjo sedang terparkir dipinggir jalan, dan salah satu Titian kayu jembatan penyebrangan itu sudah tidak ada, atau bekas Patahannya juga telah terseret arus.

Menurut Aipda Amiruddin menjelaskan bahwa, memang arus dibawa saluran irigasi itu agak deras, disamping itu kedua korban telah terseret arus sejauh kurang lebih 1 km, jadi kemungkinan hal inilah yang membuat kedua korban meninggal dunia,   jelas Aipda Amiruddin.

situasi rumah korban sewaktu jenasah korban lel. Marjo disenayamkan untuk persiapan pemakaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here