Bersinergi dalam Harkamtibmas

0
89

Tribratanewsluwu.id- Rabu (08/07/2020) Pasca terjadinya tawuran atau perkelahian kelompok antara pemuda/remaja desa Tanete melawan desa Rante damai kecamatan Walenrang timur kabupaten Luwu, membuat anggota koramil Walenrang dan anggota Polsek Walenrang, bersama sama melakukan Penjagaan diperbatasan antara desa Rante damai dan desa Tanete.

Penjagaan dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya atau berulangnya persoalan tawuran atau perkelahian kekompok itu. Mengingat dalam tawuran itu kedua kelompok telah saling mendapat korban luka-luka, sehingga hal ini dapat memicu terjadinya lagi tawuran baru karena alasan akan balas membalas, apa lagi kedua kelompok ini sudah lama saling berseteru.

Bahkan kedua kelompok ini pernah didamaikan oleh pemerintah dan pemuka Masyarakat serta tokoh tokoh masyarakat setempat, dan juga sudah sering kali dilakukan penangkapan dan proses hukum kepada kedua belah pihak, terutama jika ada pelaku pelaku tawuran yang membuat munculnya korban, baik itu korban jiwa maupun korban material. Namun masih ada saja timbul gesekan gesekan yang memicu terjadinya tawuran atau perkelahian kelompok.

Dalam penjagaan diperbatasan kedua desa ini, Koramil Walenrang menempatkan personil Babinsa sekecamatan walenrang, sedangkan Polsek walenrang menempatkan anggota jaga Regu cadangan bersama Bhabinkantibmas walenrang timur, serta anggota polsek yang berdomisili di kecamatan walenrang timur.

Perseteruan kelompok antara anak Tanete dengan anak Rante damai, harus menjadi perhatian semua pihak dan secepat mungkin mendapatkan solusi, agar perseteruan itu berhenti dan tidak berkelanjutan lagi. Sementara untuk penugasan anggota diperbatasan kedua desa tersebut, baik itu TNI maupun Polri adalah sebagai upaya menciptakan pemeliharaan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.

Setelah dikonfirmasi, Kapolsek walenrang menyampaikan bahwa, mengenai Tawuran yang telah terjadi beberapa hari lalu, beberapa orang telah kami amankan dan sedang menjalani proses, baik itu dari kelompok desa Rante damai maupun kelompok dari desa Tanete, disamping itu proses ini akan terus kami kembangkan sampai persoalannya terang benderang, terutama kepada pelaku pelaku yang mekakun penganiayaan dalam tawuran itu, ungkap Akp. Samuji.

Salah seorang pemerhati sosial di kecamatan walenrang timur, yang enggan disebut namanya, mengungkapkan bahwa, orang orang tua serta tokoh masyarakat di kedua desa diatas, terkadang kurang sportif dan kurang mendukung penegakan hukum yg dilakukan Polsek walenrang bila ada diantara anak anak mereka yang terlibat tawuran dalam perseteruan kedua kelompok tersebut. Ironisnya lagi sebagian besar orang tua dikedua desa itu bahkan menyuruh anaknya pergi bersembunyi ketempat lain, jika tahu anaknya sedang dicari polisi karena terlibat tawuran. Bahkan yang lebih parah lagi, bila ada anak dalam kelompok yang berseteru itu ditangkap polisi karena tawuran dan harus menjalani proses, justru tokoh Masyarakatnya yang berupaya untuk mengurus dan mencari segala macam cara sampai harus melibatkan pemerintahnya, agar anak yang sedang di proses itu dikeluarkan dan tidak dilanjutkan prosesnya oleh pihak polsek Walenrang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here