Babinkamtibmas memantau banjir di kecamatan Walenrang Timur.

0
142

Tribratanewsluwu.id- Kecamatan Walenrang timur kabupaten Luwu yang merupakan bagian dari wilayah hukum polsek Walenrang, yang selalu menjadi langganan banjir disaat musim hujan, terutama pada bagian wilayah sebelah timur kecamatan Walenrang Timur, dimana pada bagian wilayah itu termasuk daerah endapan aliran sungai Batusutanduk.

Kendatipun sungai Batusitanduk yang melintas diwilayah ini telah ditanggul, namun selalu saja jebol disaat debit air disungai keras, sehingga akibatnya air sungai masuk kewilayah pemukiman dan menggenangi pemukiman serta areal pertanian Masyarakat.

Hari ini Jumat (11/09/2020) Air kembali mengenangi Walenrang timur, dan kali ini berdampak di tiga wilayah pedesaan, yakni di desa kendekan mengenangi pemukiman masyatakat dan jalan poros desa, serta merusak sebahagian areal pertanian atau persawahan, desa Suka damai dusun Masakke, dan dusun jaya air menggenagi wilayah persawahan dan merusak tanaman padi, kemudian dusun lempona desa Rante damai air mengenangi wilayah persawahan dan merusak tanaman padi. Sementara itu ketinggian air rata rata berkisar 50 cm sampai 80 cm atau genangan air setinggi lutut orang dewasa.

Babinkamtibmas polsek Walenrang Aiptu Julianus yg merupakan pembina kamtibmas diwilayah ketiga desa terdampak itu, pada pagi hari turun langsung memantau dampak banjir, kemudian melakukan dokumentasi dan memperkirakan luas areal persawahan yang terdampak didesa Rante damai dan desa Suka damai sebanyak kurang lebih 50 ha. Sementara untuk desa Kendekan tidak dapat dipantau oleh Kamtibmas dengan alasan bahwa sampai pagi tadi akses jalan kedesa tersebut masih digenangi air dan belum bisa dilalui dengan sepeda motor.

Menurut Kspolsek Walenrang AKP SAMUJI bahwa terjadinya banjir dibeberapa wilayah dikecamatan walenrang timur adalah akibat dari curah hujan yang tinggi sejak 2 hari lalu, dimana hujan di pegunungan walenrang Barat bersamaan dengan hujan diwilayah dataran rendah sekecamatan Walenrang, yang tentunya hal ini memijcu debit air disungai Batusitanduk atau sungai Simbuang menjadi deras, sehingga hal itulah yang dapat menjebol tanggul didesa kendekakan, yang materialnya hanya berupa tanah timbunan.

Setelah dikonfirmasi dengan camat Walenrang timur bpk IBRAHIM, SE. melalui telephon, menyampaikan bahwa Banjir diwilayah pemerintahannya adalah karena sebahagian tanggul di desa Kendekan jebol dan ada sekitar 5 titik tanggul yang jebol, dimana 2 titik diantaranya merupakan titik yang pernah jebol sebelumnya. Sementara itu ada sekitar 100 unit rumah didesa kendekan terendam banjir, dan merusak hampir seluruh areal pertanian, baik itu persawahan maupun perkebunan. Sampai berita ini diturunkan aparat camat walenrang timur masih sedang melakukan pendataan termasuk akan menghitung jumlah kerugian matetial secara total, kata bapak ” IBRAHIM, SE”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here